LOADING...

MAKALAH TEORI BELAJAR THORNDIKE PDF

1) Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku Respons ), Edward Thorndike (dengan teorinya Law of Efect), dan B.F. Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi. Makalah; Tips dan Trik; Berita; Tutorial; Download; Album; Catatan Menurut teori conditioning, belajar adalah suatu proses perubahan yang terjadi Thorndike menyatakana ada 2 prinsip belajar, yaitu law of effect dan law.

Author: Doum Dogar
Country: Netherlands
Language: English (Spanish)
Genre: Marketing
Published (Last): 14 January 2005
Pages: 299
PDF File Size: 2.63 Mb
ePub File Size: 13.47 Mb
ISBN: 372-2-78991-688-1
Downloads: 95647
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Vibei

Home Documents makalah teori behavioristik. Post on Jul 2. Latar BelakangBelajar merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia untuk menuju pada kehidupan yang lebih baik dan maju. Namun pada kenyataannya, masyarakat masih blum menyadari akan pentingnya belajar dan ilmu pengetahuan untuk kehidupannya.

Pada pembahasan ini menjelaskan pentingnya pembiasaan untuk belajar secara rutin, serta menumbuhkan kecintaan untuk membaca buku, dan mencari tahu ilmu-ilmu pengetahuan baru demi menunjang masa depan individu tersebut. Sugesti adanya kemalasan untuk belajar di karenakan, sebagian masyarakat kurang bahkan tidak tau pentingnya yhorndike tujuan dalam pembelajaran itu sendiri. Mereka menganggap bahwa proses pembelajaran adalah pembuangan waktu yang sia-sia dan tidak membuahkan hasil yang cepat dan nyata.

Oleh karena itu mereka lebih memilih untuk langsung bekerja sesuai dengan trori yang dapat mereka lakukan tanpa adanya latar belakang pendidikan yang menjamin kesejahteraan sosial mereka di waktu yang akan datang. TujuanPokok pembahasan ini bertujuan untuk menjelaskan betapa pentingnya proses pembiasaan belajar untuk menjamin kehidupan setiap individu sebagai bekal masa depannya. Pembiasaan ini dapat di lakukan sedini mungkin sejak seorang anak berada di taman kanakkanak atau sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Namun pembiasaan ini jangan sampai melebihi batas, harus di lakukan secara bertahap, memerlukan waktu dan proses yang cukup lama, dan tidak bisa sekaligus di paksakan pada setiap individu. Proses ini harus mwkalah dasari dengan adanya rasa senang dalam dirinya untuk membaca dan belajar tanpa adanya keterpaksaan dalam hatinya. Sehingga proses pembiasaan belajar beelajar di terapkan secara benar dan individu bisa terbiasa untuk belajar secara rutin dan menghilangkan kebiasaan proses belajar kebut semalam ketika adanya ujian, yang sudah menjadi tradisi pada setiap masyarakat kebanyakan.

Pada dasarnya pembelajaran kebut semalam sangat tidak efektif dalam proses masuknya makalaah pengetahuan, hal itu hanya akan membuang waktu dan tidak menghasilkan hasil yang optimum. Dengan demikian belajar itu adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, di ukur dan di nilai secara konkret. Stimulans tidak lain adalah lingkungan belajar anak, baik internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar.

Sedangkan respon adalah akibat atau dampak, berupa reaksi fisik terhadap stimulans. Belajar berarti penguatan ikatan, asosiasi, sifat dan kecenderungan perilaku, S-R Makapah Respons. Secara teoritik, belajar dalam konteks behaviorisme melibatkan empat unsur pokok yaitu: Drive drive yaitu suatu mekanisme psikologis yang mendorong seseorang untuk memenuhi kebutuhannya melalui aktivitas belajar.

Stimulus Stimulus yaitu ransangan dari luar diri subyek yang dapat menyebabkan terjadinya respons. Response Response adalah tanggapan atau reaksi terhadap rangsangan atau stimulus yang diberikan. Dalam perspektif behaviorisme, respons biasanya muncul dalam bentuk perilaku yang kelihatan. Reinforcement Reinforcement adalah penguatan yang diberikan kepada subyek belajar teofi ia merasakan adanya kebutuhan untuk memberikan respons secara berkelanjutan. Berikut ini beberapa pandangan tentang teori Behavioristik oleh para ahli: Edward Edward Lee ThorndikeTeori Koneksionisme Thorndike berprofesi sebagai seorang pendidik dan psikolog yang berkebangsaan Amerika dan dia dikenal sebagai salah satu pelopor dalam psikologi pendidikan dalam pandangannya mengenai teori behavioristik.

Menurut Thorndike, belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus S Page 2 teorri 8dengan respon R.

  ARRANCADOR POR AUTOTRANSFORMADOR PDF

Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi. Thorndike menemukan hukum-hukum thorndlke sebagai berikut: Prinsip pertama teori koneksionisme adalah belajar suatu kegiatan membentuk asosiasi connection antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak. Misalnya, jika anak merasa senang atau tertarik pada kegiatan jahit-menjahit, maka belajr akan cenderung mengerjakannya.

Prinsip menunjukkan bahwa prinsip utama dalam belajar adalah ulangan. Makin sering diulangi, materi pelajaran akan semakin dikuasai. Hukum ini menunjuk pada makin kuat atau makin lemahnya koneksi sebagai hasil perbuatan.

Suatu perbuatan yang disertai akibat menyenangkan cenderung dipertahankan dan lain kali akan diulangi. Sebaliknya, suatu perbuatan yang diikuti akibat tidak menyenangkan cenderung dihentikan dan tidak akan diulangi. Selanjutnya Thorndike menambahkan hukum tambahan sebagai berikut: Hukum Thornike Bervariasi multiple response.

makalah teori behavioristik

Hukum ini mengatakan bahwa pada individu diawali oleh prooses trial dan error yang menunjukkan adanya tekri respon sebelum memperoleh respon yang tepat dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Hukum ini menjelaskan bahwa perilakku belajar seseorang tidak hanya ditentukan oleh hubungan stimulus dengan respon saja, tetapi juga ditentukan keadaan yang ada dalam diri individu baik kognitif, emosisosialmaupun psikomotornya.

Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam proses belajar memberikan respon pada stimulus tertentu saja sesuai dengan persepsinya terhadap keseluruhan situasi respon selektif.

Page 3 of 8d. Hukum Respon by Analogy. Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam melakukan respon pada situasi yang belum pernah dialami karena individu sesungguhnya dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami dengan situasi lama yang pernah dialami sehingga terjadi transfer atau perpindahan unsur-unsur yang telah dikenal ke situasi baru. Makin banyak unsur yang sama maka transfer akan makin mudah.

Hukum perpindahan Asosiasi Associative Shifting Hukum ini mengatakan bahwa proses peralihan dari situasi yang dikenal ke thorndke yang belum dikenal dilakukan secara bertahap dengan tuorndike menambahkan sedikit demi sedikit unsur baru dan membuang sedikit demi sedikit unsur lama. Selain menambahkan hukum-hukum baru, dalam perjalanan penyamapaian teorinya thorndike mengemukakan revisi Hukum Belajar antara lain: Hukum latihan ditinggalkan karena ditemukan pengulangan saja tidak cukup untuk memperkuat hubungan stimulus respon, sebaliknya tanpa pengulanganpun hubungan stimulus respon belum tentu diperlemah.

Dikatakan oleh Thorndike bahwa yang berakibat positif untuk perubahan tingkah feori adalah hadiah, sedangkan hukuman tidak berakibat apa-apa. Syarat utama terjadinya hubungan stimulus respon bukan kedekatan, tetapi adanya saling sesuai antara stimulus dan respon. Akibat suatu perbuatan dapat menular baik pada bidang lain maupun pada individu lain.

Teori koneksionisme menyebutkan pula konsep transfer thorndkie training, yaitu kecakapan yang telah diperoleh dalam belajar dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang lain.

Dengan menggunakan kata kunci conditioning, Pavlov hendak menekankan bahwa tidak semua stimulus dapat dianggap sebagai variabel anteseden dari peristiwa belajar.

Stimulus yang tidak menyebabkan terjadinya aktivitas disebut sebagai stimulus fisiologis terutama melalui sistem reseptor. Bagi Pavlov, stimulus ini hanya melahirkan refleks dan karena itu tidak dapat dikatagorikan sebagai respons belajar.

Stimulus fisiologis biasanya hanya dapat memunculkan refleks, sehingga diperlukan adanya stimulus yang terkondisi untuk merubah refleks menjadi aktivitas belajar. Dengan demikian, respons belajar, lanjut Pavlov, hanya terjadi melalui teorj yang terkondisi dan terkontrol. Page 4 of 8Dalam argumentasi Pavlov ini terlihat bahwa aktivitas belajar berlansung dalam suatu proses evolusi melalui stimulus terkondisi yang dirancang secara sistematis dan dikontrol secara ketat untuk mendapat perilaku belajar yang memadai.

Skinner berkebangsaan Amerika dikenal sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung dan meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Di mana seorang dapat mengontrol tingkah laku organisme melalui pemberian reinforcement yang bijaksana dalam lingkungan relatif besar. Dalam beberapa hal, pelaksanaannya jauh lebih fleksibel daripada conditioning klasik.

  BERNARDELLI HAMMERLESS PISTOL PDF

Hal penting yang dapat dipelajari dari teori belajar Skiner yaitu ; 1. Beberapa prinsip Skinner antara lain: Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa, jika salah dibetulkan, jika benar diberi penguat. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Materi pelajaran, digunakan sistem modul. Dalam proses pembelajaran, tidak digunakan hukuman. Untuk itu, lingkungan perlu diubah, untuk menghindari adanya hukuman.

Dalam proses pembelajaran, lebih dipentingkan aktifitas sendiri. Tingkah laku yang diinginkan pendidik, diberi hadiah, dan sebaiknya, hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variabel Rasio rein forcer. Dalam pembelajaran digunakan shaping.

Robert Gagnecondition belauar learning. Gagne disebut sebagai Modern Neobehaviouris mendorong guru untuk merencanakan instruksioanal pembelajaran agar suasana dan gaya belajar dapat dimodifikasi.

10 Teori Belajar Menurut Ahli | Yusman Gulo

Ketrampilan paling rendah menjadi dasar bagi pembentukan kemampuan yang lebih tinggi dalam hierarkiPage 5 of 8ketrampilan intelektual. Guru harus mengetahui kemampuan dasar yang harus disiapkan.

Belajar dimulai dari hal yang paling sederhana dilanjutnkanpada yanglebih kompleks belajar SR, rangkaian SR, asosiasi verbal, diskriminasi, dan belajar konsep sampai pada tipe belajar yang lebih tinggi belajar aturan danpemecahan masalah. Prakteknya gaya belajar tersebut tetap mengacu pada asosiasi stimulus respon. Albert Bandura masih hidup.

Ia seorang psikolog yang terkenal dengan teori belajar sosial atau kognitif sosial serta efikasi diri. Eksperimennya yang sangat terkenal adalah eksperimen Bobo Doll yang menunjukkan anak meniru secara persis perilaku agresif dari orang dewasa disekitarnya. Faktor-faktor yang berproses dalam belajar observasi adalah: Perhatian, mencakup peristiwa peniruan dan karakteristik pengamat.

Penyimpanan atau proses mengingat, mencakup kode pengkodean simbolik. Reprodukdi motorik, mencakup kemampuan fisik, kemampuan meniru, keakuratan umpan balik. Motivasi, mencakup dorongan dari luar dan penghargaan terhadap diri sendiri. Selain itu juga harus diperhatikan bahwa faktor model atau teladan mempunyai prinsip prinsip sebgai berikut: Tingkat tertinggi belajar dari pengamatan diperoleh dengan cara mengorganisasikan sejak awal dan mengulangi perilaku secara simbolik kemudian melakukannya.

Individu lebih menyukai perilaku yang ditiru jika sesuai dengan nilai yang dimilikinya. Individu akan menyukai perilaku yang ditiru jika model atau panutan tersebut disukai dan dihargai dan perilakunya mempunyai nilai yang bermanfaat. Karena melibatkan atensi, ingatan dan motifasi, teori Bandura dilihat dalam kerangka Teori Behaviour Kognitif.

Teori belajar sosial membantu memahami terjadinya perilaku agresi dan penyimpangan psikologi dan bagaimana memodifikasi perilaku.

Teori Bandura menjadi dasar dari perilaku pemodelan yang digunakan dalam berbagai pendidikan secara massal. Implikasi Teori Behavioristik Terhadap Pembelajaran Implikasi Teori Behaviorisme dalam Pembelajaran Berangkat dari asumsi bahwa belajar merupakan perubahan perilaku sebagai akibat interaksi antara stimulus dengan respons, maka pembelajaran kemudian dipandang sebagai sebuah aktivitas alih pengetahuanPage 6 of 8 transfer of knowledge oleh guru kepada siswa.

Dalam perspektif semacam ini, terlihat bahwa peran guru dipandang sebagai satu-satunya sumber pengetahuan. Kedudukan siswa dalam konteks pembelajaran behaviorisme menjadi orang yang tidak tahu apa-apa dan karena itu perlu diberitahu oleh guru. Dengan demikian perubahan perilaku siswa mesti bersesuaian dengan apa yang dikehendaki oleh guru. Jika terjadi perubahan perilaku yang tidak sesuai maka hal tersebut dipandang sebagai error behavior yang perlu diberikan ganjaran.

Pembelajaran dengan demikian dirancang secara seragam dan berlaku untuk semua konteks, tanpa mempersoalkan perbedaan karakteristik siswa makxlah konteks sosial dimana siswa hidup.

Kontrol belajar dalam pembelajaran behavioristik tidak memberi peluang bagi siswa untuk berekspresi menurut potensi yang dimilikinya melainkan menurut apa yang ditentukan.